Tiap Hari, 10 Wanita Dibunuh Kanker Serviks

 

Kanker serviks atau kanker leher rahim diyakini menjadi pembunuh utama wanita di Indonesia. Setiap hari sekitar 10 perempuan di Indonesia meninggal karena kanker serviks.

Kanker serviks disebabkan oleh virus yang disebut human papillomavirus (HPV). jenis virus ini, tapi yang menyebabkan kanker serviks adalah sekitar 20 jenis, dan yang paling umum jenis berisiko tinggi 16 dan 18. transmisi biasanya melalui hubungan seksual (80 persen).

Menurut Profesor Dr M Farid Aziz, profesor dari Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (Fakultas), sekitar 80 persen dari virus HPV akan hilang dan mati karena sistem kekebalan tubuh.

“Sisanya, virus akan bertahan dan berkembang menjadi sel-sel pra-kanker dan dalam 10-20 tahun bisa menjadi kanker,” katanya.

Dia menambahkan bahwa, karena perjalanan panjang yang virus, sel-sel kanker yang sebenarnya bisa ditangkap oleh skrining. “Upaya deteksi dini dengan tes Pap atau IVA dapat menemukan virus dalam kondisi pra-kanker,” jelasnya dalam inisiatif peluncuran pencegahan kanker serviks di Jakarta, Kamis (21/10 / 2010).

pencegahan primer kanker serviks, kata Farid, adalah untuk melindungi terhadap faktor risiko dan penyebab, termasuk vaksinasi.

“Vaksin terhadap HPV membantu sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dan menghancurkan virus HPV sebelum menginfeksi dan melawan penyakit,” katanya.

Mengapa Vaksin HPV untuk Cegah Kanker Serviks Diberikan Dua Kali